Kamis, 05 Februari 2015

Gara – Gara Ask.Fm


Hahaha, kemaren kemaren gue lagi iseng main ask.fm, pada udah tau kan aplikasi ask.fm? Hwehehehe, eh terus tiba – tiba salah satu temen gue ngirimin gue pertanyaan:



Eyaaa nah gara gara itu gue jadi pengen nulis di blog nih apa yang gue jawab, makazih ya mba Caca udah nanya, jadi punya bahan nulis di blog, akakakak

Sungguh, pertanyaan itu menggelitik banget buat secepat kilat gue jawab (pengen curhat padahal mah), pas gue pertama baca pertanyaannya gue langsung kaya berbinar-binar gitu, karena apa yang gue jawab sebenernya lebih kaya ke apa yang gue pengen nanti ketika gue benar-benar ketemu sama my future husband itu.

Dear My Future Husband…Hai kamu, semoga kamu memang yang Allah takdirkan untuk ku, pertama dan selamanya.

Semoga saat ini kamu dan kehidupanmu di sana berjalan mulus tanpa gangguan yang berarti. Semoga sibukmu hari ini kamu persembahkan untuk masa depan kita. Terima kasih aku ucapkan padamu, karena di umur mu yang masih muda kamu lebih memilih sibuk mengejar impian-impian mu dan bekerja keras untuk masa depan kita ketimbang sekedar foya foya dengan teman-teman mu keluar masuk diskotik. Ah, iya terima kasih telah menyisihkan sedikit uangmu untuk bersedekah sehingga Insyaaallah ketika kita nanti berumah tangga, uangmu akan mendjadi berkah untuk keluarga kecil kita. Aku harap, dalam kesibukan mu, kamu tidak meninggalkan shalat 5 waktu, dan jika sempat doakanlah aku di sepertiga malammu agar kita cepat dipertemukan. Doaku tak putus-putus untukmu, kukirim dari sini.
Saat ini, akupun sedang bekerja keras di usia ku yang juga masih terbilang muda ini. Perlu kamu ketahui aku bukan lah jenis wanita yang hanya akan diam di rumah saja menunggu transferan uang darimu, aku jenis wanita yang ingin tetap aktif bekerja walau aku telah bersuami dan mempunyai anak kelak, dan ku harap kamu bisa mengerti hal tersebut.
Sampai sekarang, aku masih belajar menjadi seorang wanita impianmu, wanita yang tentunya taat pada Allah sepertimu, wanita yang pandai mengurus diri pun rumah tangga, wanita yang keibuan dan pintar memasak. Aku mengakui terkadang aku lalai pada shalat ku, tapi aku selalu berusaha untuk tidak melalaikannya dengan sengaja, dan aku mungkin tidak pandai mengaji sepertimu, tapi aku harap kamu sabar untuk mengajariku mengaji setelah shalat berjamaah nanti.
Tahu kah kamu, aku sedang belajar melapangkan hatiku? Ya aku sedang belajar untuk mengorbankan ego ku sendiri untuk tetap berada disampingmu dan ibu bapak mu, menjaga dan merawat mereka serta dirimu, sedang aku pasti akan merasa sedih karena dengan itu berarti aku harus meninggalkan kedua orang tuaku sendiri. Aku mohon padamu, tolong jangan beratkan hatiku, karena hatiku telah berat untuk meninggalkan kedua orang tuaku untuk hanya mengabdi kepadamu. Aku sedang belajar untuk sama sekali tidak mengeluh tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajiban ku kepada Allah. 
Sebelum bertemu denganmu, aku pernah (mungkin sering) bertemu dengan seseorang yang salah. Perlu kamu ketahui, aku bukan wanita yang sempurna. Aku bukan wanita berhati mulia seperti malaikat, aku pernah menyakiti orang-orang yang menyayangiku sebegitunya. Aku pernah dengan bodoh jatuh hati pada orang yang salah. Dan seringkali air mataku menetes karena menangisi kehilangan yang serasa seperti kiamat. Mungkin kamu harus mencoba aplikasi timehope agar kamu tahu tweet dan status Facebook-ku yang penuh kata-kata puitis dan galau karena laki-laki lain, begitu juga postingan lama blog-ku sebelum ini, kamu akan menemukan aku yang sempat bodoh mencintai orang lain sedalam itu.
Dan aku tahu, sebelum bertemu dengan ku (mungkin) ada wanita yang singgah di hatimu dan menyita seluruh fikiran serta waktumu, mengucap kata cinta mati nan romantis, dan berjanji untuk bersamanya sampai maut memisahkan, atau mungkin mengatakan bahwa kamu tidak sanggup bila harus hidup tanpanya. Sungguh, aku tidak akan mempermasalahkan berapa banyak wanita yang pernah singgah dihatimu.

Tapi untuk ku kamu yang terakhir untuk selamanya. Laki-laki yang Allah pilihkan untuk menjadi imamku, menuntun aku dan anak-anak ku menuju pintu surga. 
Aamiin. 


Selasa, 23 Desember 2014

Sendiri. Lagi.


Tulus - Kisah Sebentar


Denganmu senang hati terasa
Bangun dari mimpiku tahu aku tak sendiri
Matahari pun serasa lebih cerah
Dengan kecup manismu ku mulai melangkah

Ku nikmati tiap detikku dengan namamu di hatiku
Ku rasa bahagia dan hati berbunga-bunga
Kau buatku tergila-gila, tunduk hati aku setia
Selayaknya sihir kau buatku terjatuh

Tapi tak berlangsung lama
Kau tinggalkan aku
Kau pergi berjejak tanya

Ayo ingat kata-katamu
Kau tak akan tinggalkan aku
Ayo ingat kata-katamu
Selamanya kamu hanya untuk aku

Ayo ingat kata-katamu
Sayang cinta kamu segalanya
Ayo ingat kata-katamu
Selamanya kamu hanya untuk aku


Sepenggal lirik di atas mewakili kisah cinta gue. Sepertinya.


Hahaha, bahkan gue belum sempat membuat catatan kebahagian gue sama dia sebluan yang lalu. Dan sekarang gue udah sendiri. Lagi.

Sekitar satu bulan yang lalu, gue baru aja kembali merasakan indahnya jatuh cinta, merasakan betapa menyenangkannya memiliki seseorang dalam hidup gue. Melengkapi kebahagian gue.


You gave me your word. You filled me with hope and security. You told me the things I needed to hear to take the change and make the jump with you. You made me feel like I was worth it, I was who you wanted.

Tapi ternyata kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, dia pergi ninggalin gue. Bukan tanpa alasan sih, dengan sangat jelas gue mendengar alasan dia memilih untuk pergi dari kehidupan gue. Yah, kita berdua nggak cocok.

Well,  karakter kita berdua emang jauh beda, dan mungkin memerlukan usaha yang banyak kalo kita berdua memilih untuk melanjutkan hubungan ini. Tapi bukankah "there is no perfect couple at the begining?"




Bukan kah cerita dari gambar diatas mengajarkan kita bahwa tidak ada pasangan yang sempurna pada awalnya? Setiap pasangan pasti punya perbedaan, entah itu karakter, cara pandang, cara berfikir, cara mengatasi suatu masalah, cara menahan emosi, cara mengutarakan pendapat, bahkan ke hal-hal kecil seper cara makan, cara minum, cara ngomong, cara ngambek, semua pasangan pasti punya perbedaan. Yang membedakan hanyalah, seberapa besar perbedaan itu dan seberapa besar pasangan itu mau saling berjuang untuk bertahan?

Jauh di lubuk hati gue, gue belum bisa menerima alasan itu. Gue nggak bisa memungkiri bahwa pada kenyataannya gue berharap sangat besar sama hubungan ini. Berharap bahwa gue nggak akan kecewa lagi seperti sebelumnya. Berharap gue bisa benar benar kembali menata hati gue yang sempat hancur berkeping-keping. Benar benar di lambung oleh harapan yang tinggi, sehingga tidak siap di hempas kekecewaan yang datang tiba tiba.

You shattered that all quite well. You couldn't take it anymore. You turned around and left me falling without you. You promised me you wouldn't. But you did. You left me. And you gave up on us.

Pada akhirnya gue kecewa. Lagi. Entah untuk yang kesekian kali. Dan saat ini gue harus menata hati kembali. Berusaha berdamai dengan rasa sakit hati untuk yang kesekian kali nya. Gue lelah dengan perkenalan, lelah dengan proses adaptasi, lelah dengan kata selamat tinggal, lelah dengan kegagalan, dan lelah menikmati kehilangan. Cukup sudah gue merasakan indah nya jatuh cinta jika pada akhirnya gue harus merasakan sakitnya putus cinta. Mengulang dari awal lagi semuanya, bukan lah hal yang mudah. Betapa lucunya urusan perasaan ini. Bagaimana tidak?

Semua rasa sakit hati karena putus cinta semuanya juga diawali oleh jatuh cinta yang menyenangkan.

Menangis semalaman setelah kita memutuskan untuk berpisah. Entah ada berapa ribu ember air mata. A broken heart is the worst, it's like having broken ribs, I cannot see it but it hurts everytime I breathe. Sulit rasanya buat gue menerima kenyataan, karena sejujurnya gue ngerasa bahwa alasan kita berpisah ini seharusnya masih bisa di pertahankan. Yah, gue hanya tidak habis pikir kenapa ini semua harus terjadi dengan begitu cepatnya.

" Do you ever see a picture of someone that you used to be close to and you just remember every thing you did together and all the things you said you would do together, all the late night conversations or phone calls and remember all the good things and bad things both of you have been through together but then you remember that they're now just a memory and they're not in your life anymore ?"

I gave you my heart, I just didn't expect to get it back in pieces




Rabu, 01 Oktober 2014

My Last 20

Well, this is the last day I turned 20, besok umur gue 21 guys. DUA PULUH SATU TAHUN!

Ya Allah, berasa makin tua. Banget.


Dari seluruh pergantian umur yang pernah gue alamin, umur yang ke 20 ini adalah umur yang penuh dengan kejutan, penuh dengan pelajaran, penuh dengan hal-hal yang sama sekali tidak terduga, tidak pernah gue bayangkan.

Gue bahkan sama sekali nggak nyangka, betapa satu tahun kebelakang ini gue mengalami hal-hal yang nggak pernah gue bayangin sebelumnya. Throw back last year, di umur gue yang ke 20 ini gue mengalami banyak sekali kehilangan, kehilangan seseorang lebih tepatnya. 

Kehilangan yang pertama bahkan hanya berjarak satu bulan setelah gue merayakan ulang tahun gue yang ke 20. Gue kehilangan (sebut saja dia Mawar). Pacar gue (the best I ever had, I think). Gue putus sama Mawar tanggal 7 November lalu, pas banget kita lagi ngerayain 1st Aniversary kita. Miris? Banget, gue juga rasanya mau terjun dari atas gedung kalo inget saat-saat menyedihkan itu. Kenapa gue putus? Penyebabnya tak terduga, karna tepat seminggu sebelum gue merayakan hari jadi gue yang pertama sama Mawar, ada seorang laki-laki bernama (sebut saja dia Melati) yang ngelamar gue! Laki-laki matang berumur 30 tahun-an, mapan, pinter, dan sholeh pula dengan tanpa di duga meminta gue untuk menjadi istrinya. OH MY GOD! Perempuan mana sih yang nggak melting perasaanya? Boleh di bilang dia adalah pria idaman yang cocok sebagai seorang suami, dan dia ngelamar gue. NGELAMAR GUE! Pada saat itu gue rasanya kaya kesamber geledeg, gue masih sayang, banget sama Mawar. Tapi pada saat itu gue merasa kalo sama Mawar, masa depan gue masih abu-abu, kita belom ada pembicaraan serius ke arah membangun rumah tangga, just let it flow karena kita juga masih umur 20an. Sedangkan saat itu, gue merasa Melati menjajikan masa depan yang sudah jelas di depan mata, dia nggak mau pacaran, tapi dia pengen serius membangun rumah tangga bersama gue. Jderrrrr! Kalo lo jadi gue, lo bakalan gimana? Gue rasa kebanyakan perempuan juga akan memilih satu hal yang pasti. Well, pada akhirnya gue memilih Melati ketimbang Mawar, walaupun pada dasarmya gue masih sangat menyayangi Mawar. Tapi buakankah hidup itu pilihan?

Di pertengahan umur gue yang ke 20, Kehilangan gue yang berikutnya adalah kehilangan Melati sebagai calon suami gue. Menyedihkan? Oh really, you will not fell anything like this. Setelah gue memutuskan untuk menikah, di usia gue yang masih muda ini, seperti selayaknya orang-orang yang mau menikah gue melakukan prosesi perkenalan keluarga, lamaran, nyari gedung, nyari baju pengantin, nyari tanggal, dan ketika semua persiapan hampir rampung sekitar 60%, pernikahan gue gagal. Tepat sekitar 4 bulan menjelang hari pernikahan, Gue sama Melati putus gitu aja. 2 Bulan terakhir setelah persiapan pernikahan gue sama Melati kita sering banget cek-cok, banyak banget yang ternyata sangat berbeda diantara kami berdua, dan sepertinya memang kita nggak bisa ngelanjutin rencana pernikahan ini. 

Kecewa? Banget. Dan yang kecewa tidak hanya kita berdua, tapi keluarga kita juga sangat kecewa tentunya. Kabar pernikahan gue sama Melati bahkan sudah sampai hampir ke seluruh keluarga besar kami berdua. Rasanya gimana? Campur aduk, sedih udah pasti, malu, kecewa, entah apapun segala rasa sakit kayanya jadi satu. Bisa bayangin nggak, udah lamaran keluarga, udah cari gedung, udah dapet tanggal, udah fitting baju, terus ya udah, hilang gitu aja jadi abu.

Meyesal? Sangat menyesal, terlebih untuk mewujudkan pernikahan tersebut gue harus mengalami kehilangan yang teramat sangat menyakitkan. Tapi gue sadar, gue nggak punya hak sama sekali untuk menyesal, karna gue sendiri yang memilih jalan seperti ini.

Dari kedua kehilangan ini, gue sangat sangat belajar banyak. Banyak. Banget.
Tapi diumur gue yang ke 20 ini, gue juga mendapat banyak sekali kejutan menyenangkan, contohnya sebelumnya gue nggak pernah ngebayangin bisa liburan ke luar negri, tapi tahun ini, diumur gue yang ke 20 gue bisa liburan dan jalan-jalan keliling Thailand! Wohooooo! Nyenengin banget punya pengalaman seminggu penuh jalan-jalan keliling Thailand, dan itu Gratis! Hahaha! Rejeki anak Sholeh yeee…

Selain itu juga banyak kebahagian-kebahagian kecil yang membantu gue melewati masa-masa sulit di umur ke 20 gue ini, terlebih gue punya keluarga sangat support gue, dan always listening and always understading keadaan gue! 

Di fase-fase ini gue belajar, keluarga itu seperti rumah, tempat kita kembali pulang. Tepat berkeluh kesah dikala kita lelah dengan kehidupan yang begitu jahat sama kita, tempat ke 2 yang bisa kita andalkan setelah tuhan. 

Dan, gue belajar, bahwa orang yang membuat kita kagum, belum tentu bisa membuat kita nyaman. 


Belajar bahwa apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai, apa yang kita perbuat, ya itu yang kita dapet. Gue pernah meninggalkan seseorang, dan pada akhirnya gue ditinggalkan. 

Dibukain matanya lebar-lebar sama Allah, mana yang beneran temen, mana yang temen bohongan. Dari semua kehilangan, rasa sakit hati dan kekecewaan gue, gue sangat bersyukur dan berterima kasih sama Allah, karena telah mengajarkan pelajaran yang sangat berharga. 

I asked for strength and Allah give me difficulties to make me Strong. Well, I became stronger than before.


Isn’t it crazy how I look back a year ago, and realize how much everything has changed? The amount of people that have left my life, entered, and stayed. The memories I won’t forget and the moment I wish I did. Everything. It’s crazy how all that happened in just one year? 

Rabu, 13 November 2013

Dikecewakan dan Mengecewakan

“Dikecewakan memang menyakitkan” 

Aku tau dirimu merasa sangat kecewa. Perasaan kecewa yang muncul karena aku bukan lah orang yang kau harapkan, aku bukanlah orang yang bisa kau percayai. 
Maaf, aku tidak bisa menjadi seperti yang kamu harapkan. 
Maaf, aku mengumbar kata-kata yang pada akhirnya tidak aku buktikan. Ya, aku mengingkari kata-kata yang telah aku ucapkan. Mengecewakan kamu setelah kita bersama-sama sejauh ini. 

"Tapi mengecewakan terasa jauh lebih menyakitkan"

Hal yang akan menimbulkan perasaan yang lebih buruk daripada dikecewakan Aku mengecewakanmu. Perasaan yang sungguh sulit untuk aku rasakan, tapi itu kenyataannya. 
Aku mengecewakan. Maafkan aku telah mengecewakanmu. Ini semua diluar kemampuanku. Aku hanya manusia biasa. Tak luput dari salah dan dosa. Maafkan aku. 
Andai aku bisa, aku tak akan mengecewakanmu. Ini soal waktu yang tak bisa kujelaskan padamuAku memang belum mampu berada dalam tahap yang kau inginkan. 
Akan sulit mempercayai diriku lagi, karena aku sadar aku telah mematahkan harapanmu. 
Oleh sebab itu… Carilah orang yang lebih pantas dariku.

Senin, 12 Agustus 2013

Untitled

Seberapa pun kenal, seberapa pun berharap, seberapa pun cinta, jika memang bukan orang yang tepat, akan selalu ada cara untuk dijauhkan.
Seberapa pun tak kenal, seberapa pun tak ada irisan keperluan, seberapa pun benci, jika memang ia orang yang tepat, akan selalu ada untuk di dekatkan

Ketika dua orang insan manusia dipertemukan tanpa syarat, tanpa rencana. Itu takdir. 
Dan ketika takdir yang mempertemukan, campur tangan Tuhan berperan di dalamnya. Kita tidak akan pernah tau apa sebenarnya tujuan ketika dua insan manusia saling dipertemukan oleh Tuhan.
Dipertemukan sebagai jodoh, atau hanya sebagai pengisi cerita kehidupan.

Tidak setiap pertemuan menumbuhkan rasa. Tidak semua rasa itu sayang. Tidak semua sayang akan membentuk sebuah komitmen. Dan tidak semua komitmen berakhir dengan sebuah cerita indah. Seperti cerita mereka.

Hidup ini misteri, tidak bisa di tebak, dan ketika sesuatu terjadi di luar nalar kita, bahkan kadang hingga manusia tak habis pikir. Seperti ketika keduanya dipertemukan, tanpa di sengaja. 
Keduanya tidak tahu-menahu apa alasan Tuhan mempertemukan mereka, untuk apa Tuhan mempertemukan mereka.

Mereka bertemu tanpa rencana, takdir mempertemukan mereka begitu saja. Perkenalan singkat membuat kedekatan diantara mereka. Pertemuan demi pertemuan. Cerita demi cerita. Mereka mulai saling mengagumi satu sama lain. Mereka merasa saling mengisi satu sama lain. Tidak pernah saling meminta, tapi mereka saling memberi. Mereka mulai saling sayang satu sama lain. 

Namun, keduanya sama-sama tak mampu untuk mengungkapkannya. Mereka saling mengetahui bahwa keduanya sudah mempunyai pasangan masing-masing. Mereka tidak ada yang saling tahu perasaan itu tumbuh begitu saja. Ya. mereka jatuh cinta diam-diam.

Mereka saling diam. Menjalani cinta dalam diam. Saling mengingkari cinta yang perlahan tumbuh. Tapi mereka sulit untuk saling melepaskan. Mereka saling tahu hubungan mereka itu salah. Kemudian memutuskan untuk tidak menyakiti pasangan masing-masing. Bahkan mereka belum sempat untuk saling jujur dengan perasaan dan keadaan masing-masing. 

Saling cinta, tapi saling tahu itu tidak mungkin. Saling cinta, tapi terlanjur terikat janji dan merasa nyaman dengan pasangan masing-masing. Saling sayang, tapi saling terikat.

Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya mereka memilih untuk tetap bersama pasangan masing-masing, hati mereka tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun. Tapi, apa daya jika Tuhan mempertemukan mereka, tapi tidak untuk dipersatukan. 

Kamis, 01 Agustus 2013

Quick Question Response

Caranya mudah: 
1. Copy semua isi pertanyaan dan jawaban ini.
2. Tulis semua jawaban lo (jangan jawaban gue) 
3. Beri judul terserah keinginan lo
4. Share ke gue, supaya gue bisa tau jawaban lo.

1. Lagi apa?
Lagi enggak ada kerjaan

2. Kenapa?

Ya enggak ada kerjaan

3. Suka warna apa?

Pelangi

4. Nomer handphone?

Not for public, sorry

5. Perasaan saat ini?

Enggak ada

6. Alasannya?

Ya enggak ada

7. Film yang disukai?

Drama comedy and romance

8. Baju yang sedang di pakai?

Batik

9.jam berapa sekarang?

03 : 25 pm

10. Disebelah kamu siapa?

Mbak Maria

11. Lagi apa ?

Buka laptop

12. Pengen apa saat ini?

Weekend

13. Hari ini kemana aja?

Kantor

14. Hari ini ngapain aja? 

Kerja

15. Makanan kesukaan? 

Coklat

16. Binatang kesukaan?

Anjing

17. Kamu anak ke?

Pertama

18.  
Punya ade? Berapa? Namanya?
Punya. Satu. Adrian

19. 
Dari berapa bersaudara ?
Dua
 
20. Punya kakak? Berapa? Namanya?
Enggak

21. Acara TV kesukaan?

Just Alvin

22. Yang diimpikan saat ini?

I'm looking forward to the holiday

23. Cita-cita kamu?

I have much

24. Tempat favorit?
Pantai

25. Benda favorit?

Handphone

26. Kalo jadi artis ?

Hmm, impossible deh kayaknya

27. Teman kamu siapa aja?

Banyak banget

28. Sahabat?

First, my Mom and Dad. The second is BARBARA

29. Kecengan/ Gebetan kamu siapa?

Mau tau banget? Apa mau tau aja?

30. Tipe pacar kamu?

I don't have a type. 

31. Sekolah kamu dimana?

Baru lulus dari SMKN 1 Cimahi

32. Anak-anak di sekolah kamu kaya gimana?

The best I ever meet

33. Lagi kangen seseorang?

Banget

34. Siapa?

Rahasia dooong

35. Mantan-mantan kamu siapa aja?

Hmm, enggak usah di publish kali ya

36. Hubungan dengan mereka?

Sekarang sih cuma temen biasa

37. Handphone kamu merek apa?

Apple and Blackberry

38. Tanggal jadian kamu?

Kasih tau nggak yaaa

39. Tanggal jadian sama mantan?

Mantan yang mana? 

40. Cowok/Cewek yang sms/bbm (menghubungi) kamu terakhir kali?

Hasbi

41. Isi sms-nya apa?

Hasbi ganteng

42. Yang sms itu siapa?

Temen

43. Kamu tau anoa?

Tau, yang bisa membelah diri kan?

 44. Banyak tugas?

Banyak

45. Tugas apa saja?

Desain

46. Pengen liburan?

Of course! I would love to

47. Kemana?

Pantai Derawan

48. Kalo udah di tempat itu mau ngapain?

Snorkling, menikmati pantai

49. Merasa ngantuk?

Banget

50. Udah dulu ya?

Hahaha, what the...


*All these questions are answered by Diandra Andita*

Rabu, 31 Juli 2013

PeDeKaTe

Oke  pendekatan atau Pe-De-Ka-Te adalah masa-masa yang (katanya) paling indah dalam sebuah siklus percintaan semua makhluk hidup. Kenapa? Karena setiap insan manusia yang sedang terjebak di masa PDKT ini akan merasakan indahnya deg-degan sendiri kalo lagi ketemu gebetan kita, senyum-senyum sendiri kalo lagi sms/bbm/telpon-an sama gebetan kita, suka akward-akward moment sendiri gitu. Gimana enggak? Sms/bbm baru di bales aja senengnya setengah mati. Denger suaranya di telfon aja udah bikin panas dingin. Pokoknya indah banget. Iya indah.

Di masa ini semua manusia bakalan berubah. Bukan berubah jadi power ranger atau ultraman yang abis itu harus ngalahin monster, sama sekali bukan. Tapi berubah jadi manusia yang sangat menyenangkan dan ceria. Kenapa? Yak karna semua orang yang lagi pedekate akan berubah seratu delapan puluh derajat jadi “sok perhatian” dan “sok manis” dan juga berubah jadi manusia super kepo, pengen tau bangeuuud semua kegiatan yang dilakuin gebetan kita, dia sehari mandi berapa kali, gosok gigi pake odel merk apa, dia makan indomie atau mie sedap, rumahnya di mana, hobinya apa, kesukaannya apa, film favorit nya, lagu favoritnya, makanan favoritnya, parfum dia merknya apa, ukuran baju, ukuran celana, ukuran sepatu, mungkin sampe ukuran BH juga kepo kali. Pokoknya kepo kuadrat. Jadi jangan heran kalo tiba-tiba gebetan kita itu udah kayak mbah dukun yang tau semua tentang apa yang kita suka dan nggak suka.

Laki-laki adalah makhluk asing dari planet mars yang susah banget di tebak, sedangkan perempuan adalah makhluk asing dari venus yang susah banget dimengerti. Karena laki-laki dan perempuan adalah dua jenis manusia yang sangat jelas berbeda, bentuk dan sifat maka dari itu beda juga nih cara-cara PDKT nya cewek sama cowok.

Di masa PDKT, cowok  akan ada di zona aktif, dan cenderung bakalan berubah kaya superman deh, sebisa mungkin dia selalu ada buat kita. Pokonya always listening always understanding dan always available buat kita. Buseeet udah kaya asuransi aje. Pokonya jadi super heroic dan super duper care, plus super duper romantis. Biasanya sih jurus-jurus cowok PDKT itu udah klise banget :

  1. Ngirim SMS/BBM/Line/WhatsApp atau bahkan telfon, pokonya apapun itu media komunikasi setiap pagi, siang, sore, malem. Isinya? Isinya sih ga penting-penting banget. Paling juga sekedar nanyain kita “Lagi apa?" , “Udah makan belum?" atau “Udah shalat?" dan abis itu jadi keterusan deh ngobrol ngalor-ngidul sampe jempol bengkak.  
  2. Ngasih hadiah-hadiah kecil atau surprise diwaktu-waktu tak terduga. Contohnya, pas ketemu si cowok udah nyiapin sesuatu yang disukain  sama si cewek. Missal, coklat dll.
  3. Ngajak jalan. Biasa-nya si cowok bakal ngajakin jalan, entah itu Cuma sekedar hang out, nonton film, jalan-jalan, karaoke, pokonya bikin si cewek ngerasa seneng sewaktu sama si cowok itu.
  4. Be a Manly. Yap, sebagai cowok yang lagi PDKT dia bakalan nunjukin kalo dia adalah cowok sejati yang bisa diandalkan. diantaranya mengantar atau menjemput si cewek. Menggandeng tangan si cewek pas nyebrang. Atau sekedar bawain barang bawaan si cewek. Atau bahkan Cuma sekedar bukain pintu mobil buat si cewek.
  5. Be a Gentle. Selain nunjukin sisi Manly, cowok juga biasanya akan nunjukin sisi lembutnya, misalnya ngacak-ngacak rambut si cewek. Ngelus-ngelus pipi si cewek, nggak pernah marah walaupun si cewek nyebelin. Palingan dia Cuma ketawa-ketawa doang ngeliatin tingkah si cewek.


Hayooooo. Kalian cowok-cowok kebongkar sudah modus PDKTnya. Hahahaha. Gimana girls? Indah banget nggak sih perlakuan cowok ke cewek kalo lagi PDKT? Gimana cewek nggak luluh kalo di perlakukan seperti itu, tapi jangan ketipu ya girls. Beware, siapa tau itu cowok Cuma PHP-in kamu aja. Hahahahahahaha *kemudian di bully masa*


Nah kalo misalnya cewek, pada masa PDKT biasanya ada di zona pasif. Cewek bakalan sok-sok nggak ngerasa gitu di PDKT-in, jaim dong, ntar takutnya Cuma di PHP-in doing, kan gengsi. Nyesek. Cewek biasanya akan bertingkah semua perlakuan cowok yang lagi PDKT sama dia itu biasa aja sama seperti temen biasa yang lain, padahal dalem hati udah meleleh sampe meler-meler tuh hatinya. Ayo ngaku aja deh girls. Hihihihi

Cewek juga bakalan sok-sok cuek dan akan jadi air yang diam-diam menghanyutkan. Bukan tiba-tiba nyemplung ke sumur. Bukan. Cewek bakalan keliatan diem-diem nggak perduli dan nggak ngerespon tapi sebenernya dia perhatian. Misalnya si cowok yang lagi pdkt lagi kelaperan di rumah sendirian, si cewek pasti nanggepinya Cuma oh kasian, sabar ya, dan ahirnya hopless deh tuh si cowok nggak di tanggepin, kemudian bunuh diri. Tapi ternyata si cewek diem-diem masakin makanan buat si cowok dan dianterin ke rumah si cowok. pas sampe rumah si cowok, semua udah terlambat. *apasih*

Paling mentok juga cewek kalo lagi PDKT cuma stalking account social media gebetannya. di cek n ricek itu gebetannya tuh udah punya cewek apa belom. Di liat di facebook, udah ada relationship apa belom, terus ada foto berdua sama cewek apa nggak. Di twitter, ngeliatin bio-nya dia majang nama cewek-nya apa nggak, terus nge-stalking-in timline nya ada mention dari cewek nggak yang mesra-mesra sama dia. Cari tau, gebetannya itu playboy nggak sih? Kalo sekiranya banyak mention dari cewek yang rada-rada menjurus sih... Ya wasalam aja deh... Pokonya cewek pada masa PDKT ini cuma bakalan jadi detektif. Memastikan kalo cowok gebetannya itu aman dari gangguan. Baru deh, kalo udah yakin itu cowok beneran jomblo dan bukan player mulai sedikit-sedikit merespon.