Senin, 12 Agustus 2013

Untitled

Seberapa pun kenal, seberapa pun berharap, seberapa pun cinta, jika memang bukan orang yang tepat, akan selalu ada cara untuk dijauhkan.
Seberapa pun tak kenal, seberapa pun tak ada irisan keperluan, seberapa pun benci, jika memang ia orang yang tepat, akan selalu ada untuk di dekatkan

Ketika dua orang insan manusia dipertemukan tanpa syarat, tanpa rencana. Itu takdir. 
Dan ketika takdir yang mempertemukan, campur tangan Tuhan berperan di dalamnya. Kita tidak akan pernah tau apa sebenarnya tujuan ketika dua insan manusia saling dipertemukan oleh Tuhan.
Dipertemukan sebagai jodoh, atau hanya sebagai pengisi cerita kehidupan.

Tidak setiap pertemuan menumbuhkan rasa. Tidak semua rasa itu sayang. Tidak semua sayang akan membentuk sebuah komitmen. Dan tidak semua komitmen berakhir dengan sebuah cerita indah. Seperti cerita mereka.

Hidup ini misteri, tidak bisa di tebak, dan ketika sesuatu terjadi di luar nalar kita, bahkan kadang hingga manusia tak habis pikir. Seperti ketika keduanya dipertemukan, tanpa di sengaja. 
Keduanya tidak tahu-menahu apa alasan Tuhan mempertemukan mereka, untuk apa Tuhan mempertemukan mereka.

Mereka bertemu tanpa rencana, takdir mempertemukan mereka begitu saja. Perkenalan singkat membuat kedekatan diantara mereka. Pertemuan demi pertemuan. Cerita demi cerita. Mereka mulai saling mengagumi satu sama lain. Mereka merasa saling mengisi satu sama lain. Tidak pernah saling meminta, tapi mereka saling memberi. Mereka mulai saling sayang satu sama lain. 

Namun, keduanya sama-sama tak mampu untuk mengungkapkannya. Mereka saling mengetahui bahwa keduanya sudah mempunyai pasangan masing-masing. Mereka tidak ada yang saling tahu perasaan itu tumbuh begitu saja. Ya. mereka jatuh cinta diam-diam.

Mereka saling diam. Menjalani cinta dalam diam. Saling mengingkari cinta yang perlahan tumbuh. Tapi mereka sulit untuk saling melepaskan. Mereka saling tahu hubungan mereka itu salah. Kemudian memutuskan untuk tidak menyakiti pasangan masing-masing. Bahkan mereka belum sempat untuk saling jujur dengan perasaan dan keadaan masing-masing. 

Saling cinta, tapi saling tahu itu tidak mungkin. Saling cinta, tapi terlanjur terikat janji dan merasa nyaman dengan pasangan masing-masing. Saling sayang, tapi saling terikat.

Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya mereka memilih untuk tetap bersama pasangan masing-masing, hati mereka tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun. Tapi, apa daya jika Tuhan mempertemukan mereka, tapi tidak untuk dipersatukan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar