Kamis, 05 Februari 2015

Gara – Gara Ask.Fm


Hahaha, kemaren kemaren gue lagi iseng main ask.fm, pada udah tau kan aplikasi ask.fm? Hwehehehe, eh terus tiba – tiba salah satu temen gue ngirimin gue pertanyaan:



Eyaaa nah gara gara itu gue jadi pengen nulis di blog nih apa yang gue jawab, makazih ya mba Caca udah nanya, jadi punya bahan nulis di blog, akakakak

Sungguh, pertanyaan itu menggelitik banget buat secepat kilat gue jawab (pengen curhat padahal mah), pas gue pertama baca pertanyaannya gue langsung kaya berbinar-binar gitu, karena apa yang gue jawab sebenernya lebih kaya ke apa yang gue pengen nanti ketika gue benar-benar ketemu sama my future husband itu.

Dear My Future Husband…Hai kamu, semoga kamu memang yang Allah takdirkan untuk ku, pertama dan selamanya.

Semoga saat ini kamu dan kehidupanmu di sana berjalan mulus tanpa gangguan yang berarti. Semoga sibukmu hari ini kamu persembahkan untuk masa depan kita. Terima kasih aku ucapkan padamu, karena di umur mu yang masih muda kamu lebih memilih sibuk mengejar impian-impian mu dan bekerja keras untuk masa depan kita ketimbang sekedar foya foya dengan teman-teman mu keluar masuk diskotik. Ah, iya terima kasih telah menyisihkan sedikit uangmu untuk bersedekah sehingga Insyaaallah ketika kita nanti berumah tangga, uangmu akan mendjadi berkah untuk keluarga kecil kita. Aku harap, dalam kesibukan mu, kamu tidak meninggalkan shalat 5 waktu, dan jika sempat doakanlah aku di sepertiga malammu agar kita cepat dipertemukan. Doaku tak putus-putus untukmu, kukirim dari sini.
Saat ini, akupun sedang bekerja keras di usia ku yang juga masih terbilang muda ini. Perlu kamu ketahui aku bukan lah jenis wanita yang hanya akan diam di rumah saja menunggu transferan uang darimu, aku jenis wanita yang ingin tetap aktif bekerja walau aku telah bersuami dan mempunyai anak kelak, dan ku harap kamu bisa mengerti hal tersebut.
Sampai sekarang, aku masih belajar menjadi seorang wanita impianmu, wanita yang tentunya taat pada Allah sepertimu, wanita yang pandai mengurus diri pun rumah tangga, wanita yang keibuan dan pintar memasak. Aku mengakui terkadang aku lalai pada shalat ku, tapi aku selalu berusaha untuk tidak melalaikannya dengan sengaja, dan aku mungkin tidak pandai mengaji sepertimu, tapi aku harap kamu sabar untuk mengajariku mengaji setelah shalat berjamaah nanti.
Tahu kah kamu, aku sedang belajar melapangkan hatiku? Ya aku sedang belajar untuk mengorbankan ego ku sendiri untuk tetap berada disampingmu dan ibu bapak mu, menjaga dan merawat mereka serta dirimu, sedang aku pasti akan merasa sedih karena dengan itu berarti aku harus meninggalkan kedua orang tuaku sendiri. Aku mohon padamu, tolong jangan beratkan hatiku, karena hatiku telah berat untuk meninggalkan kedua orang tuaku untuk hanya mengabdi kepadamu. Aku sedang belajar untuk sama sekali tidak mengeluh tentang semua itu, karena semua adalah untuk menepati kewajiban ku kepada Allah. 
Sebelum bertemu denganmu, aku pernah (mungkin sering) bertemu dengan seseorang yang salah. Perlu kamu ketahui, aku bukan wanita yang sempurna. Aku bukan wanita berhati mulia seperti malaikat, aku pernah menyakiti orang-orang yang menyayangiku sebegitunya. Aku pernah dengan bodoh jatuh hati pada orang yang salah. Dan seringkali air mataku menetes karena menangisi kehilangan yang serasa seperti kiamat. Mungkin kamu harus mencoba aplikasi timehope agar kamu tahu tweet dan status Facebook-ku yang penuh kata-kata puitis dan galau karena laki-laki lain, begitu juga postingan lama blog-ku sebelum ini, kamu akan menemukan aku yang sempat bodoh mencintai orang lain sedalam itu.
Dan aku tahu, sebelum bertemu dengan ku (mungkin) ada wanita yang singgah di hatimu dan menyita seluruh fikiran serta waktumu, mengucap kata cinta mati nan romantis, dan berjanji untuk bersamanya sampai maut memisahkan, atau mungkin mengatakan bahwa kamu tidak sanggup bila harus hidup tanpanya. Sungguh, aku tidak akan mempermasalahkan berapa banyak wanita yang pernah singgah dihatimu.

Tapi untuk ku kamu yang terakhir untuk selamanya. Laki-laki yang Allah pilihkan untuk menjadi imamku, menuntun aku dan anak-anak ku menuju pintu surga. 
Aamiin.