Tulus - Kisah Sebentar
Denganmu senang hati terasa
Bangun dari mimpiku tahu aku tak sendiri
Matahari pun serasa lebih cerah
Dengan kecup manismu ku mulai melangkah
Ku nikmati tiap detikku dengan namamu di hatiku
Ku rasa bahagia dan hati berbunga-bunga
Kau buatku tergila-gila, tunduk hati aku setia
Selayaknya sihir kau buatku terjatuh
Tapi tak berlangsung lama
Kau tinggalkan aku
Kau pergi berjejak tanya
Ayo ingat kata-katamu
Kau tak akan tinggalkan aku
Ayo ingat kata-katamu
Selamanya kamu hanya untuk aku
Ayo ingat kata-katamu
Sayang cinta kamu segalanya
Ayo ingat kata-katamu
Selamanya kamu hanya untuk aku
Sepenggal lirik di atas mewakili kisah cinta gue. Sepertinya.
Hahaha, bahkan gue belum sempat membuat catatan kebahagian gue sama dia sebluan yang lalu. Dan sekarang gue udah sendiri. Lagi.
Sekitar satu bulan yang lalu, gue baru aja kembali merasakan indahnya jatuh cinta, merasakan betapa menyenangkannya memiliki seseorang dalam hidup gue. Melengkapi kebahagian gue.
You gave me your word. You filled me with hope and security. You told me the things I needed to hear to take the change and make the jump with you. You made me feel like I was worth it, I was who you wanted.
Tapi ternyata kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, dia pergi ninggalin gue. Bukan tanpa alasan sih, dengan sangat jelas gue mendengar alasan dia memilih untuk pergi dari kehidupan gue. Yah, kita berdua nggak cocok.
Well, karakter kita berdua emang jauh beda, dan mungkin memerlukan usaha yang banyak kalo kita berdua memilih untuk melanjutkan hubungan ini. Tapi bukankah "there is no perfect couple at the begining?"
Bukan kah cerita dari gambar diatas mengajarkan kita bahwa tidak ada pasangan yang sempurna pada awalnya? Setiap pasangan pasti punya perbedaan, entah itu karakter, cara pandang, cara berfikir, cara mengatasi suatu masalah, cara menahan emosi, cara mengutarakan pendapat, bahkan ke hal-hal kecil seper cara makan, cara minum, cara ngomong, cara ngambek, semua pasangan pasti punya perbedaan. Yang membedakan hanyalah, seberapa besar perbedaan itu dan seberapa besar pasangan itu mau saling berjuang untuk bertahan?
Jauh di lubuk hati gue, gue belum bisa menerima alasan itu. Gue nggak bisa memungkiri bahwa pada kenyataannya gue berharap sangat besar sama hubungan ini. Berharap bahwa gue nggak akan kecewa lagi seperti sebelumnya. Berharap gue bisa benar benar kembali menata hati gue yang sempat hancur berkeping-keping. Benar benar di lambung oleh harapan yang tinggi, sehingga tidak siap di hempas kekecewaan yang datang tiba tiba.
You shattered that all quite well. You couldn't take it anymore. You turned around and left me falling without you. You promised me you wouldn't. But you did. You left me. And you gave up on us.
Pada akhirnya gue kecewa. Lagi. Entah untuk yang kesekian kali. Dan saat ini gue harus menata hati kembali. Berusaha berdamai dengan rasa sakit hati untuk yang kesekian kali nya. Gue lelah dengan perkenalan, lelah dengan proses adaptasi, lelah dengan kata selamat tinggal, lelah dengan kegagalan, dan lelah menikmati kehilangan. Cukup sudah gue merasakan indah nya jatuh cinta jika pada akhirnya gue harus merasakan sakitnya putus cinta. Mengulang dari awal lagi semuanya, bukan lah hal yang mudah. Betapa lucunya urusan perasaan ini. Bagaimana tidak?
Semua rasa sakit hati karena putus cinta semuanya juga diawali oleh jatuh cinta yang menyenangkan.
Menangis semalaman setelah kita memutuskan untuk berpisah. Entah ada berapa ribu ember air mata. A broken heart is the worst, it's like having broken ribs, I cannot see it but it hurts everytime I breathe. Sulit rasanya buat gue menerima kenyataan, karena sejujurnya gue ngerasa bahwa alasan kita berpisah ini seharusnya masih bisa di pertahankan. Yah, gue hanya tidak habis pikir kenapa ini semua harus terjadi dengan begitu cepatnya.
" Do you ever see a picture of someone that you used to be close to and you just remember every thing you did together and all the things you said you would do together, all the late night conversations or phone calls and remember all the good things and bad things both of you have been through together but then you remember that they're now just a memory and they're not in your life anymore ?"
I gave you my heart, I just didn't expect to get it back in pieces
